Sejarah FTZ

Kawasan Dompak Darat, sangat diperlukan untuk mengimplementasikan Peraturan Pemerintah No.47 tahun 2007 tentang penetapan kawasanperdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan wilayah Kota Tanjungpinang, dimana kawasan Dompak adalah bagian dari FTZ Bintan tersebut, yang terletak di Kota Tanjungpinang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Dompak merupakan kawasan yang diarahkan menjadi pusat perindustrian danperdagangan, serta jalur FTZ BBK sebagai penghubung FTZ Bintan ke pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di Pulau Dompak, tentunya untuk membantu perkembanganpembangunanperindustrian dan perdagangan diwilayah tersebut. Sehingga besar harapan Dompak nantinya dapat menjadi kawasan yang maju tidak hanya dari segi perkembangan fisik semata, namun perkembangan pembangunan secara menyeluruh.

Secara administrasi kawasan FTZ Dompak berada di Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang dengan luas kawasan ± 1300 Ha. Adapun penetapan lokasi didasarkan atas usulan dari pemerintah daerah Kota Tanjungpinang dan dengan melihat kondisi fisik Kawasan Dompak.
Secara geografis, kawasan industri Dompak berada pada1040 28’ 37’’ BT, 00 52’ 24 LU – 1040 30’ 45’’ BT, 00 50’ 26’LU. (PP 47), dengan batas-batas fisik kawasan yang telah diusulkan oleh pemerintah Kota Tanjungpinang adalah sebagai berikut: Utara: batas fisik berupa Sei Dompak. Selatan: batas fisik berupa Selat Dompak Timur: batas fisik berupa Sei Belading dan jalan Barat: batas fisik berupa Selat Dompak. untuk menuju kawasan FTZ Dompak dari Pelabuhan Sri Bintan Pura bisa ditempuh melalui jalur darat sekitar ±10 KM, dan bisa ditempuh dari Bandara Raja Haji Fisabilillah sekitar ±8 KM.